• Sab. Jun 13th, 2026

PANGKALPINANG, BABELTV.COM — Aksi global Earth Hour 2026 kembali digelar pada Sabtu (28/3/2026) malam ini. Masyarakat di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) diajak berpartisipasi dengan mematikan lampu dan perangkat listrik yang tidak diperlukan selama satu jam, mulai pukul 20.30 hingga 21.30 WIB.

Gerakan yang diinisiasi oleh World Wide Fund for Nature (WWF) ini merupakan kampanye global untuk meningkatkan kesadaran terhadap perubahan iklim dan pentingnya penghematan energi. Sejak pertama kali dilakukan pada 2007 di Sydney, Australia, Earth Hour kini telah diikuti oleh lebih dari 190 negara dan wilayah di dunia.

Di Indonesia, sejumlah kota besar seperti Jakarta, Bandung, dan Surabaya secara rutin turut serta dengan memadamkan lampu di kawasan ikonik dan fasilitas publik sebagai bentuk dukungan terhadap aksi ini.

Perwakilan WWF Indonesia menegaskan bahwa Earth Hour bukan hanya sekadar mematikan lampu selama satu jam, melainkan bagian dari gerakan global untuk mendorong perubahan perilaku masyarakat.

“Aksi ini adalah simbol bahwa setiap individu memiliki peran dalam menjaga bumi. Kami berharap Earth Hour menjadi momentum untuk membangun kebiasaan hemat energi yang berkelanjutan,” ujar perwakilan WWF Indonesia.

Selain aksi simbolik, masyarakat juga didorong untuk menerapkan gaya hidup ramah lingkungan dalam kehidupan sehari-hari, seperti mengurangi konsumsi listrik, menggunakan peralatan hemat energi, serta mengurangi jejak karbon.

Di sisi lain, kampanye Earth Hour 2026 kembali ramai diperbincangkan di media sosial. Tagar #EarthHour2026 menjadi trending, dengan berbagai unggahan yang menampilkan perbandingan kondisi kota sebelum dan saat lampu dipadamkan.

United Nations juga mengajak masyarakat global untuk terlibat aktif dalam aksi ini sebagai bagian dari upaya bersama menekan dampak krisis iklim yang semakin nyata, mulai dari kenaikan suhu global hingga meningkatnya frekuensi cuaca ekstrem.

BACA JUGA:  3 Mobil 1000cc Paling Direkomendasikan di Indonesia, Irit BBM dan Ramah di Kantong

Khusus di Bangka Belitung, partisipasi masyarakat diharapkan dapat dilakukan secara luas, baik di rumah tangga, perkantoran, maupun ruang publik. Aksi sederhana seperti mematikan lampu selama satu jam dinilai mampu memberikan pesan kuat tentang pentingnya menjaga lingkungan.

Momentum Earth Hour ini diharapkan menjadi langkah awal untuk membangun kesadaran kolektif masyarakat Babel dalam menjaga kelestarian lingkungan dan menghemat energi demi masa depan yang lebih berkelanjutan.

Bagikan Ke:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *