PANGKALPINANG, BABELTV.COM — Warga keturunan Bali yang bermukim di Pulau Bangka menggelar tradisi Melaspas, sebuah upacara syukuran sekaligus penyucian rumah baru yang sarat makna spiritual. Prosesi ini berlangsung khidmat dengan menghadirkan langsung pemuka agama Hindu dari Bali.
Upacara Melaspas merupakan ritual penting dalam ajaran Hindu Bali yang bertujuan membersihkan bangunan dari energi negatif, roh jahat, maupun kotoran niskala (spiritual) yang diyakini melekat selama proses pembangunan.
Pendeta Hindu Bali, Ida Rsi Bhujangga Waisnawa, menjelaskan bahwa Melaspas tidak hanya menyucikan secara fisik (sekala), tetapi juga secara spiritual (niskala).
“Melaspas adalah proses penyucian agar rumah layak dihuni secara lahir dan batin. Ini penting untuk menciptakan keharmonisan antara manusia dengan lingkungannya,” ujar Ida Rsi Bhujangga Waisnawa, Kamis (16/4/2026).
Dalam prosesi tersebut, dilakukan pemercikan air suci (tirta) ke seluruh sudut bangunan sebagai simbol pembersihan dari pengaruh buruk. Selain itu, juga dilaksanakan ritual mecaru di pekarangan rumah untuk menetralisir energi negatif.
Tradisi ini berlandaskan konsep Tri Hita Karana, yakni keseimbangan hubungan antara manusia dengan Tuhan, sesama manusia, dan lingkungan.
Pemilik rumah, Surya, mengaku sengaja melaksanakan upacara ini agar rumah barunya membawa ketenangan dan keberkahan.
“Kami berharap rumah ini tidak hanya nyaman untuk ditinggali, tetapi juga membawa kebaikan bagi keluarga dan lingkungan sekitar,” kata Surya.
Menariknya, acara tersebut juga dimeriahkan dengan pertunjukan seni budaya Tionghoa, yakni barongsai, sebagai hiburan bagi para tamu undangan yang hadir. Perpaduan budaya ini mencerminkan keragaman dan toleransi yang terjalin harmonis di tengah masyarakat Bangka Belitung.
Masyarakat setempat percaya, menempati rumah tanpa melalui prosesi Melaspas dapat menimbulkan ketidaknyamanan secara batin, sehingga ritual ini dianggap penting dan tidak boleh dilewatkan.
