JAKARTA, BABELTV.COM — Penggunaan fitur fast charging atau pengisian daya cepat pada smartphone semakin umum. Namun, masih banyak pengguna yang khawatir teknologi ini bisa merusak baterai dalam jangka panjang.
Lalu, benarkah fast charging bikin baterai cepat rusak?
Mitos atau Fakta? Ini Penjelasannya
Berdasarkan berbagai studi dan analisis teknis, anggapan bahwa fast charging secara langsung merusak baterai tidak sepenuhnya benar.
Teknologi fast charging pada perangkat modern telah dilengkapi sistem pengaman seperti battery management system (BMS) yang mampu mengatur arus, tegangan, dan suhu secara otomatis.
Selain itu, proses pengisian daya cepat tidak dilakukan terus-menerus. Sistem akan memperlambat pengisian saat baterai mendekati penuh untuk mencegah kerusakan.
Fakta: Panas Jadi Musuh Utama Baterai
Para ahli menegaskan bahwa faktor utama yang mempercepat kerusakan baterai adalah suhu atau panas, bukan semata-mata kecepatan pengisian.
Baterai lithium-ion akan mengalami degradasi lebih cepat jika sering berada pada suhu tinggi, terutama di atas 40°C.
Kondisi ini bisa terjadi saat:
- Menggunakan HP sambil di-charge
- Bermain game saat fast charging
- Menggunakan charger tidak berkualitas
- Kebiasaan Ini Justru Lebih Merusak
Selain panas, ada beberapa kebiasaan yang justru lebih berisiko merusak baterai dibanding fast charging:
- Membiarkan baterai di 0% terlalu sering
- Mengisi hingga 100% dan dibiarkan lama
- Menggunakan charger tidak original atau tidak bersertifikasi
Baterai disebut paling stabil jika berada di kisaran 20% hingga 80%.
Para pakar menyimpulkan bahwa fast charging aman digunakan, selama:
- Menggunakan charger resmi atau berkualitas
- Tidak digunakan dalam kondisi panas ekstrem
- Tidak dibarengi penggunaan berat
Dengan kata lain, yang merusak bukan teknologinya, tetapi cara penggunaannya.
Tips Agar Baterai Lebih Awet
Agar baterai tetap sehat, pengguna disarankan:
- Hindari penggunaan HP saat sedang di-charge
- Gunakan charger original atau bersertifikasi
- Jangan biarkan baterai terlalu panas
- Jaga level baterai di kisaran 20–80%
