• Sel. Jul 28th, 2026

BANGKA TENGAH, BANGKABELITUNGTV.COM – Sesaat setelah teriakan itu terdengar, suasana proyek mendadak sunyi. Suara palu yang sejak pagi beradu dengan besi berhenti. Mesin pemotong yang sedari tadi meraung perlahan dimatikan.

Para pekerja saling berpandangan, seolah mencoba memahami apa yang baru saja terjadi.

Tak ada lagi percakapan, yang terdengar hanya langkah kaki yang berlarian menuju satu titik di bawah bangunan.

Di sanalah seorang pekerja proyek ditemukan tergeletak, setelah diduga terjatuh saat memasang plafon bangunan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih di Kecamatan Simpang Katis, Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel).

Pagi itu semula berjalan seperti biasa. Para tukang sibuk mengejar target penyelesaian bangunan. Sebagian memasang rangka, sebagian lainnya merapikan dinding dan lantai.

Sementara korban berada di bagian atas bangunan, mengerjakan pemasangan plafon—salah satu tahapan akhir sebelum gedung dinyatakan rampung.

Tak ada yang menyangka, pekerjaan yang tinggal selangkah lagi selesai itu, justru berubah menjadi tragedi.

Menurut informasi yang diterima redaksi, orang pertama yang mengetahui kejadian tersebut bukan rekan kerja korban, melainkan pengawas proyek yang sedang berkeliling memantau pekerjaan.

“Pekerja Kopdes Simpang Katis meninggal, tengah masang plafon. Yang pertama tahu pengawas, kawannya enggak ada yang tahu,” ujar seorang sumber kepada redaksi yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan, Rabu (22/7/2026).

Kabar itu menyebar begitu cepat. Para pekerja berhamburan meninggalkan alat-alat kerja yang masih tergeletak di lantai. Ada yang berlari menghampiri korban, ada yang berusaha menghubungi ambulans, sementara yang lain hanya mampu berdiri terpaku dengan wajah pucat, menyaksikan kenyataan pahit yang baru saja terjadi.

Pekerjaan dihentikan seketika. Tangga yang digunakan untuk mencapai bagian plafon masih berdiri. Rangka-rangka plafon yang belum seluruhnya terpasang menggantung di atas kepala.

BACA JUGA:  Aktivitas Tambang Timah Ilegal Toboali Diduga Dibekingi Oknum TNI, Kodim 0432 Basel Beri Klarifikasi

Material bangunan berserakan, menjadi saksi bisu bahwa beberapa menit sebelumnya lokasi itu masih dipenuhi kesibukan.

Bangunan Koperasi Desa Merah Putih sendiri merupakan fasilitas yang dipersiapkan pemerintah sebagai pusat aktivitas ekonomi masyarakat desa.

Umumnya, bangunan ini dilengkapi ruang pelayanan koperasi, ruang administrasi, ruang rapat, gudang, dan sejumlah fasilitas penunjang lainnya.

Saat memasuki tahap finishing seperti pemasangan plafon, pekerjaan dilakukan di ketinggian sehingga memiliki tingkat risiko yang lebih tinggi dan menuntut penerapan prosedur keselamatan kerja secara ketat.

Hingga berita ini diturunkan, penyebab pasti kecelakaan kerja tersebut masih belum diketahui. Belum ada keterangan resmi dari pihak pelaksana proyek maupun aparat kepolisian mengenai kronologi lengkap, termasuk apakah korban saat itu telah menggunakan alat pelindung diri (APD) sesuai standar.

Belakangan diketahui, korban bernama Mijan.

Peristiwa ini meninggalkan duka di balik pembangunan sebuah fasilitas, yang diharapkan menjadi penggerak ekonomi desa. Di tengah semangat membangun, satu nyawa pekerja dilaporkan tak terselamatkan.

Penyelidikan tentu saja diharapkan untuk mengungkap penyebab pasti insiden tersebut, sekaligus memastikan standar keselamatan kerja benar-benar diterapkan di setiap proyek konstruksi.

Bagikan Ke:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *