• Sab. Jun 13th, 2026

PANGKALPINANG, BABELTV.COM — Setiap tanggal 6 April, Indonesia memperingati Hari Nelayan Nasional, sebuah momentum penting untuk menghargai peran nelayan dalam menjaga ketahanan pangan sekaligus menggerakkan ekonomi maritim nasional.

Namun di balik peringatan tersebut, realitas kehidupan nelayan Indonesia masih menghadapi berbagai tantangan, mulai dari kesejahteraan yang rendah hingga keterbatasan akses terhadap teknologi dan pasar.

Indonesia dikenal sebagai negara maritim dengan sumber daya laut yang melimpah. Sektor perikanan menjadi salah satu penopang utama pangan nasional, dimana nelayan berperan langsung menyediakan kebutuhan protein bagi masyarakat.

Berdasarkan data Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), jumlah nelayan di Indonesia mencapai sekitar 3,03 juta orang, yang terdiri dari nelayan laut dan perairan darat.

Namun, jumlah besar tersebut belum sebanding dengan tingkat kesejahteraan yang diterima. Salah satu indikatornya adalah Nilai Tukar Nelayan (NTN) yang masih rendah, bahkan sempat berada di angka sekitar 102,51 pada 2023, menunjukkan pendapatan nelayan masih belum mampu memenuhi kebutuhan hidup secara optimal.

Sekretaris Jenderal Koalisi Rakyat untuk Keadilan Perikanan, Susan Herawati, menegaskan bahwa Hari Nelayan seharusnya menjadi momen refleksi bagi pemerintah untuk lebih berpihak pada nelayan kecil dan tradisional.

“Hari Nelayan ini menjadi momentum pengingat agar kebijakan tidak memarginalkan nelayan kecil,” ujarnya dikutip dari portal resmi Kiara, Senin (6/4/2026).

Menurutnya, masih banyak kebijakan yang dinilai berpotensi menggerus ruang hidup nelayan, mulai dari perizinan hingga akses wilayah tangkap.

Selain persoalan kebijakan, nelayan juga menghadapi tantangan klasik seperti cuaca ekstrem, biaya operasional tinggi, serta fluktuasi harga ikan di pasar.

Ironisnya, di sisi lain, harga ikan di tingkat konsumen sering kali tinggi, namun tidak selalu berbanding lurus dengan pendapatan nelayan di lapangan.

BACA JUGA:  Warga Protes Hasil Pemilihan Kepala Lingkungan Nelayan Dua Sungailiat

Keterbatasan akses terhadap teknologi modern dan rantai distribusi yang panjang menjadi faktor utama yang membuat keuntungan nelayan tidak maksimal.

Hari Nelayan Nasional pertama kali ditetapkan pada 6 April 1961, dan hingga kini terus diperingati sebagai bentuk penghormatan terhadap profesi nelayan.

Peringatan ini bukan sekadar seremonial, melainkan pengingat bahwa nelayan adalah garda depan dalam menjaga kedaulatan pangan laut Indonesia.

Pemerintah diharapkan dapat menghadirkan kebijakan yang lebih berpihak, mulai dari subsidi BBM, akses permodalan, hingga perlindungan wilayah tangkap bagi nelayan tradisional.

Bagikan Ke:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *