BANGKA TENGAH, BANGKABELITUNGTV.COM – Aparat penegak hukum didesak segera bertindak tegas mengusut dugaan praktik pengolahan tinslag ilegal yang ditemukan di Desa Kayu Besi, Kecamatan Namang, Kabupaten Bangka Tengah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel).
Aktivitas yang diduga berlangsung secara tertutup di balik gudang berpagar tembok setinggi sekitar dua meter itu, memunculkan dugaan adanya pelanggaran hukum di sektor pertambangan dan tata niaga mineral, sekaligus menimbulkan pertanyaan mengenai pihak-pihak yang diduga terlibat maupun memberikan perlindungan terhadap operasional gudang tersebut.
Aroma dugaan praktik pengolahan tinslag ilegal kembali mencuat di Kabupaten Bangka Tengah. Di balik rimbunnya perkebunan sawit Desa Kayu Besi, Kecamatan Namang, berdiri sebuah gudang berdinding seng hijau yang dari luar nyaris tak menarik perhatian.
Namun, di balik bangunan yang tertutup rapat itu, tim investigasi menemukan sejumlah fakta yang memunculkan dugaan adanya aktivitas pengolahan mineral timah yang berlangsung secara tertutup.
Saat tim investigasi mendatangi lokasi pada Rabu (8/7/2026), suara mesin terdengar jelas dari dalam gudang yang diduga masih beroperasi.
Begitu mengetahui kedatangan tim, suasana di dalam kompleks mendadak berubah. Seorang pekerja terlihat berlari menuju bangunan utama, kemudian menutup rapat dan menggembok pintu gudang. Sikap panik para pekerja memunculkan tanda tanya mengenai aktivitas yang sedang berlangsung di dalam bangunan tersebut.
Gudang itu sendiri berada di lokasi yang cukup tertutup. Seluruh area dikelilingi pagar tembok dengan tinggi sekitar dua meter sehingga aktivitas di dalamnya tidak dapat terlihat dari luar. Kompleks tersebut hanya memiliki satu akses jalan keluar-masuk yang menghubungkan gudang dengan jalan utama di kawasan perkebunan sawit.
Di bagian luar gudang tampak puluhan karung berisi material yang diduga merupakan tinslag, baik yang belum maupun yang diduga telah melalui proses pengolahan. Tak jauh dari tumpukan karung, terdapat tungku permanen lengkap dengan kuali berukuran besar yang lazim digunakan dalam proses peleburan atau pengolahan mineral timah.
Di dalam kompleks juga terdapat sebuah kandang. Saat ditanya mengenai keberadaannya, para pekerja mengaku kandang tersebut digunakan untuk memelihara ternak babi.
Ketika dikonfirmasi mengenai tungku dan peralatan pengolahan, seorang pekerja mengklaim seluruh peralatan tersebut belum pernah digunakan.
“Gak dipake itu, belum jadi dirakit,” ujar salah seorang pekerja.
Pekerja juga menyebut gudang tersebut baru beroperasi sekitar dua bulan.
Namun saat ditanya mengenai legalitas usaha, asal-usul material yang diolah, maupun siapa pemilik gudang, seluruh pekerja memilih bungkam.
“Coba cek di pondok, ada nomor orangnya. Kami gak tau soal izin. Baru dua bulan jalan,” kata seorang pekerja.
Tidak satu pun pekerja dapat menunjukkan dokumen perizinan ataupun menjelaskan sumber material yang diduga sedang diolah di lokasi tersebut.
Diduga Milik David Yohanes
Penelusuran kemudian mengarah ke sebuah pondok yang berada di dalam kompleks gudang. Di lokasi itu, tim menemukan nomor pelanggan listrik. Setelah dilakukan pengecekan, identitas pelanggan tercatat atas nama David Yohanes.
Temuan tersebut kemudian dikonfirmasi kepada Kepala Desa Tanjung Gunung, Muslim.
“Itu bukan wilayah kami pak, masuk Kayu Besi,” ujarnya.
Tim kemudian menghubungi Kepala Desa Kayu Besi, Yohanes.
Namun, jawaban yang diberikan justru memunculkan pertanyaan baru.
“David Yohanes, gak ada nama warga kami itu, gak tau,” ujarnya singkat sebelum mengakhiri percakapan.
Tak lama setelah itu, nomor Kepala Desa Kayu Besi sempat beberapa kali melakukan panggilan singkat (missed call) kepada tim investigasi. Namun ketika panggilan tersebut dibalas, sambungan langsung terputus. Setelah beberapa kali kembali dihubungi untuk meminta penjelasan lebih lanjut, nomor yang bersangkutan sudah tidak aktif.
Hingga berita ini diterbitkan, Kepala Desa Kayu Besi belum memberikan klarifikasi maupun penjelasan lebih lanjut atas temuan tersebut, meski konfirmasi telah berulang kali dilayangkan oleh tim investigasi.
Sikap tertutup tersebut memunculkan dugaan kuat adanya keterkaitan atau setidaknya pengetahuan oknum Kepala Desa Kayu Besi terhadap aktivitas gudang pengolahan tinslag tersebut. Meski demikian, dugaan itu masih memerlukan pembuktian lebih lanjut dan tim investigasi tetap membuka ruang hak jawab bagi yang bersangkutan.
Sementara itu, identitas David Yohanes yang tercatat sebagai pelanggan listrik di lokasi juga masih menjadi tanda tanya. Hingga kini belum diperoleh penjelasan apakah yang bersangkutan merupakan pemilik gudang, penyewa, pengelola, penanggung jawab operasional, atau hanya tercatat sebagai pelanggan listrik.
Tim Investigasi Jendela Group masih terus menelusuri pihak yang bertanggung jawab atas operasional gudang tersebut, termasuk mendalami dugaan adanya pihak-pihak yang mengetahui atau terlibat dalam aktivitas tersebut. Hak jawab tetap dibuka bagi seluruh pihak yang disebut dalam pemberitaan ini, dan setiap klarifikasi resmi akan dimuat secara proporsional pada pemberitaan lanjutan. (Tim Jendela Group)
