BANGKA BARAT — Memasuki hari ketiga pencarian, nasib Adnan Sahid (67), seorang nelayan yang dilaporkan hilang sejak Kamis (8/1) lalu, mulai menemui titik terang. Tim SAR gabungan menemukan sebuah jaring ikan yang diduga kuat milik korban di tengah operasi pencarian yang terus dilakukan.
Penemuan jaring tersebut terjadi pada Minggu (11/1) sore. Jaring ditemukan sekitar delapan mil laut dari titik awal keberangkatan korban, tepatnya dari Pantai Batu Rakit, Kecamatan Mentok, Kabupaten Bangka Barat. Temuan ini menjadi petunjuk penting dalam upaya penelusuran keberadaan korban.
Kepala Unit SAR Mentok, Fajar Permana, mengatakan hingga saat ini korban masih belum ditemukan. Namun pencarian akan terus dilanjutkan dengan memaksimalkan seluruh potensi yang ada.
“Korban belum ditemukan dan kami masih terus melakukan pencarian. Informasi terakhir yang kami terima, baru ditemukan jaring yang diduga milik korban oleh rekan-rekan sesama nelayan. Untuk besok, pencarian akan kembali dilanjutkan dan kami upayakan semaksimal mungkin agar korban dapat segera ditemukan,” ujar Fajar.
Selama tiga hari proses pencarian, tim SAR gabungan menghadapi sejumlah kendala, terutama kondisi cuaca yang kurang bersahabat. Cuaca buruk menyebabkan jarak pandang terbatas dan menyulitkan proses pencarian di laut.
Meski demikian, tim SAR bersama nelayan setempat tetap berupaya melanjutkan pencarian dengan harapan korban dapat segera ditemukan.(OK)
