• Ming. Apr 19th, 2026

BANGKA TENGAH — Guna mengantisipasi terulangnya banjir di ruas Jalan Raya Berok, Kecamatan Koba, Kabupaten Bangka Tengah, Dinas Pekerjaan Umum, Tata Ruang, dan Perumahan Rakyat (PUTRP) Bangka Tengah bersama Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Bangka Belitung mulai melakukan normalisasi drainase dan perbaikan jalan, Senin (12/1/2026).

Normalisasi drainase dilakukan di sepanjang tepi Jalan Raya Berok yang sebelumnya terdampak banjir akibat tingginya curah hujan serta luapan air sungai. Langkah ini bertujuan untuk memperlancar aliran air, baik saat hujan deras maupun ketika debit sungai meningkat.

Berdasarkan hasil evaluasi di lapangan, sejumlah saluran drainase diketahui mengalami penyempitan dan sedimentasi sehingga tidak berfungsi secara maksimal. Kondisi tersebut menyebabkan air meluap hingga menggenangi badan jalan dan mengganggu arus lalu lintas serta aktivitas masyarakat.

Kepala Dinas PUTRP Bangka Tengah, Fani Hendra Saputra, mengatakan pihaknya melakukan langkah mitigasi pascabanjir dengan memperbaiki saluran drainase yang mengalami penyumbatan serta mengembalikan fungsinya seperti semula.

“Kami memitigasi dari awal, karena ada beberapa drainase yang mengalami penyempitan dan sedimentasi. Setelah banjir ini, kami melakukan perbaikan serta mengimbau pemilik usaha agar turut melakukan penyesuaian. Untuk ruas jalan nasional, kewenangannya berada di BPJN, sehingga kami bersama-sama berupaya mengembalikan kondisi drainase seperti semula agar tidak terjadi penyempitan yang berakibat pada genangan air di badan jalan,” ujar Fani.

Sementara itu, perwakilan BPJN Bangka Belitung, Anggoro selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 1, menyampaikan pihaknya mendukung penuh upaya penanganan banjir dengan melakukan pembersihan serta perbaikan struktur drainase di sepanjang ruas jalan nasional tersebut.

“Untuk titik banjir ada dua, yakni di Jembatan Berok dan di Desa Nibung tepatnya di Jembatan Nibung KM 62+100. Untuk Jembatan Nibung, banjir ini merupakan fenomena lima tahunan dan tahun ini kembali terjadi. Alhamdulillah, saat ini sudah tersedia jembatan duplikasi, sehingga arus lalu lintas dari Koba menuju Toboali maupun sebaliknya dapat dialihkan melalui jembatan tersebut,” jelas Anggoro.

BACA JUGA:  Nyiang Kubur Desa Sungkup, Tradisi Gotong Royong yang Terus Dijaga

Ia menambahkan, khusus di Jembatan Berok, pihak BPJN tengah melakukan normalisasi saluran air. “Insya Allah setelah dilakukan normalisasi, kami harapkan tidak terjadi lagi genangan air yang melintas di atas badan jalan Jembatan Berok,” tambahnya.

Dengan dilakukannya normalisasi drainase dan perbaikan jalan ini, pemerintah berharap ke depan tidak lagi terjadi banjir di ruas Jalan Raya Berok, sehingga arus lalu lintas kembali lancar dan aktivitas masyarakat dapat berjalan dengan aman dan nyaman.(RK)

Bagikan Ke:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *