• Ming. Apr 19th, 2026

PANGKALPINANG — Cuaca ekstrem yang melanda wilayah perairan Bangka Belitung berdampak langsung pada kenaikan harga ikan di pasar tradisional Pangkalpinang. Kondisi ini telah berlangsung selama dua pekan terakhir akibat berkurangnya pasokan ikan dari nelayan.

Dari pantauan Senin (12/1) di Pasar pagi Pangkalpiang, Sejumlah jenis ikan yang sebelumnya dijual dengan harga berkisar Rp20 ribu hingga Rp50 ribu per kilogram, kini mengalami kenaikan signifikan. Saat ini harga ikan di pasaran dijual mulai dari Rp25 ribu hingga Rp80 ribu per kilogram, tergantung jenis ikan dan ketersediaan stok.

Kenaikan harga tersebut dipicu oleh cuaca buruk yang disertai angin kencang dan gelombang tinggi. Kondisi ini membuat banyak nelayan memilih tidak melaut demi keselamatan, sehingga stok ikan di tingkat nelayan menipis dan berimbas ke pedagang di pasar.

Salah satu penjual ikan di Pasar Pangkalpinang, Bayut, mengatakan harga ikan naik hampir 50 persen dalam beberapa hari terakhir. Kondisi tersebut turut berdampak pada penurunan penjualan.

“Angin masih kencang, sekarang harga ikan naik hampir lima puluh persen. Biasanya ikan murah, tapi sekarang dijual mulai dari 25 ribu sampai 85 ribu rupiah per kilo, tergantung jenisnya. Penjualan kami juga menurun sampai lima puluh persen,” ujar Bayut.

Hal senada disampaikan pedagang ikan lainnya, Mardiana. Ia mengaku kesulitan mendapatkan pasokan ikan selama dua minggu terakhir akibat nelayan yang jarang melaut.

“Kalau dua minggu terakhir ini memang sulit mencari ikan. Biasanya mudah, tapi sekarang stok di nelayan sedikit karena banyak yang tidak melaut akibat gelombang tinggi. Banyak juga kecelakaan kapal, jadi nelayan takut melaut. Saya biasanya ambil dari wilayah Kurau, kalau tidak ada stok di sana baru ambil di sini,” kata Mardiana.

BACA JUGA:  Ratusan Warga Hadiri Peringatan Isra Mikraj Di Masjid Nurul Jannah

Para pedagang berharap kondisi cuaca segera membaik agar aktivitas melaut kembali normal. Dengan meningkatnya pasokan ikan, mereka berharap harga di pasaran dapat kembali stabil dan daya beli masyarakat pulih.(*)

Bagikan Ke:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *