Bangka – Operasi pencarian dan pertolongan digelar Tim SAR Gabungan menyusul insiden longsor yang menimpa area tambang timah di kawasan Pondi, Kecamatan Pemali, Kabupaten Bangka, Senin (2/2/2026) sore.
Peristiwa nahas tersebut mengakibatkan sedikitnya tujuh penambang tertimbun material longsor. Hingga Senin malam, lima orang ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, sementara dua penambang lainnya masih dalam proses pencarian.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, longsor terjadi sekitar pukul 17.00 WIB saat sejumlah penambang tengah beraktivitas menggunakan alat berat di lokasi tambang timah. Namun secara tiba-tiba, kontur tanah di sekitar lokasi menjadi tidak stabil dan langsung runtuh, menimbun para pekerja beserta alat berat yang sedang beroperasi.
Rekan korban yang selamat sempat melakukan upaya evakuasi mandiri sesaat setelah kejadian. Dari upaya tersebut, tiga penambang berhasil dievakuasi, namun seluruhnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Sementara empat penambang lainnya dilaporkan masih tertimbun material longsor.
Mendapat laporan dari warga, Kantor Pencarian dan Pertolongan (Kansar) Pangkalpinang segera menerjunkan satu tim rescue ke lokasi kejadian. Tim SAR Gabungan yang terdiri dari Rescuer Kansar Pangkalpinang, Polres Bangka, BPBD Bangka, SAR Brimob, Laskar Sekaban, serta masyarakat setempat, bahu-membahu melakukan pencarian dan penyisiran di area longsoran.
Dalam perkembangan terbaru, pada pukul 20.48 WIB korban keempat berhasil ditemukan, disusul korban kelima pada pukul 22.02 WIB. Seluruh korban yang ditemukan tersebut dipastikan meninggal dunia, sehingga hingga malam hari masih tersisa dua penambang yang belum ditemukan.
Komandan Tim Basarnas, Darma Putra, menyebut proses pencarian menghadapi tantangan serius akibat kondisi tanah yang masih labil dan berpotensi terjadi longsor susulan.
“Pencarian Tetap Dilakukan Pada Pukul 23.00, Dibantu Dengan Alat Berat Beserta Potensi Sar Yang Terlibat Di Antaranya Kepolisian,Kormail Setempat , Tim Sar, Bpbd, Dan Dibantu Damkar Dan Laskar Sekaban Serta Warga Sekitar, Medan pencarian cukup berbahaya karena kondisi tanah yang tidak stabil. Namun tim tetap berupaya maksimal dengan mengutamakan keselamatan seluruh personel di lapangan,” ujar Darma Putra.
Operasi pencarian dilanjutkan hingga Selasa pagi dengan pengamanan ketat di sekitar lokasi longsoran. Tim SAR berharap seluruh proses pencarian dapat berjalan lancar dan dua korban yang masih tertimbun dapat segera ditemukan.(Rilis)
