PANGKALPINANG, BABELTV.COM – Pernyataan Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Hidayat Arsani, yang mengusulkan maskapai menyediakan kursi khusus bagi pejabat mendadak viral di media sosial dan menuai beragam reaksi publik.
Usulan itu disampaikan dalam rapat koordinasi Pemerintah Provinsi Babel awal April 2026. Hidayat mengusulkan skema block seat atau pemblokiran kursi pesawat yang diperuntukkan bagi unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).
“Forkopimda punya jatah untuk berangkat, satu jam ditahan 6 kursi. Kalau tidak dipakai, baru boleh dijual,” ujar Hidayat dalam pernyataannya.
Menurutnya, langkah tersebut penting untuk memastikan mobilitas pejabat tetap lancar, terutama saat ada panggilan mendadak dari pemerintah pusat.
“Jangan sampai pejabat penting tidak bisa berangkat karena tiket habis,” tegasnya.
Pernyataan ini langsung menyebar luas di media sosial dan memicu perdebatan. Sebagian warganet menilai kebijakan tersebut tidak adil bagi masyarakat umum.
“Rakyat susah dapat tiket, pejabat malah minta disiapkan. Ini kebijakan untuk siapa?” tulis akun @fakta_babel.
“Kalau darurat mungkin oke, tapi jangan dijadikan kebiasaan,” komentar akun @suara_publik.
“Maskapai itu bisnis, bukan fasilitas khusus pejabat,” tulis warganet lainnya.
Namun, ada juga yang memahami kebutuhan tersebut dalam kondisi tertentu.
“Kalau untuk kepentingan daerah dan sifatnya mendesak, bisa dipertimbangkan, asal transparan,” tulis akun @netralnews.
Pengamat: Harus Dikaji, Jangan Rugikan Publik
Pengamat kebijakan publik dari Universitas Gadjah Mada, Agus Pambagio, menilai usulan tersebut perlu kajian matang.
“Maskapai adalah badan usaha komersial. Tidak bisa sembarangan memblok kursi tanpa dasar aturan yang jelas,” ujarnya.
Ia menegaskan, kebijakan seperti itu berpotensi mengurangi hak masyarakat sebagai konsumen.
“Kalau tidak diatur dengan benar, bisa menimbulkan ketidakadilan dan merugikan penumpang umum,” tambahnya.
Hingga kini, belum ada tanggapan resmi dari pihak maskapai terkait usulan tersebut. Apakah skema block seat akan diterapkan atau tidak, masih menjadi tanda tanya.
