• Ming. Apr 19th, 2026

Bangka – Cuaca ekstrem yang melanda perairan Bangka dalam beberapa pekan terakhir berdampak langsung terhadap aktivitas nelayan tradisional. Ratusan perahu nelayan di Pantai Matras, Kecamatan Sungailiat, Kabupaten Bangka, terpaksa bersandar karena tingginya gelombang laut dan angin kencang.

Saat ini, ketinggian gelombang laut di perairan Matras dilaporkan mencapai 1,5 hingga 2 meter. Kondisi tersebut diperparah dengan hembusan angin kencang yang datang secara tiba-tiba, disertai hujan lebat dan petir, sehingga menjadi ancaman serius bagi keselamatan nelayan, khususnya yang menggunakan perahu berukuran kecil.

Akibat cuaca buruk ini, sebagian besar nelayan memilih tidak melaut demi menghindari risiko kecelakaan di laut. Namun, di tengah keterbatasan ekonomi, masih ada nelayan yang nekat turun ke laut untuk mencukupi kebutuhan hidup keluarga.

Salah seorang nelayan Matras, Yusriansyah, mengaku terpaksa mengambil risiko meski kondisi cuaca tidak bersahabat.

“Kalau tidak melaut, kami tidak ada pemasukan sama sekali. Meski cuaca seperti ini berbahaya, kadang kami tetap turun ke laut demi kebutuhan keluarga,” ujar Yusriansyah.

Dengan kondisi cuaca yang belum menunjukkan tanda-tanda membaik, ratusan nelayan hanya bisa pasrah menunggu cuaca kembali normal agar dapat melaut seperti biasa. Selama masa paceklik ini, banyak nelayan mengaku terpaksa berutang ke toko-toko sekitar rumah untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Para nelayan berharap cuaca segera membaik sehingga aktivitas melaut dapat kembali berjalan normal dan penghasilan keluarga mereka dapat terpenuhi.(Ek)

Bagikan Ke:
BACA JUGA:  Lima Penambang Tewas dalam Longsor Tambang Timah di Pemali

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *