PANGKALPINANG – Ketua Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah Provinsi Bangka Belitung (Babel), Rusdiar, menyatakan dukungan penuh agar Kepolisian Republik Indonesia (Polri) tetap berada langsung di bawah Presiden Republik Indonesia. Menurutnya, posisi tersebut sudah tepat dan sejalan dengan amanat konstitusi serta kebutuhan menjaga stabilitas nasional.
Rusdiar menegaskan, keberadaan Polri di bawah Presiden merupakan bentuk penguatan sistem pemerintahan yang efektif, terutama dalam hal koordinasi lintas sektor untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
“Kami mendukung rapat dengar pendapat Komisi III dengan Kapolri, bahwa institusi Polri tetap berada di bawah naungan Presiden demi menjaga marwah repormasi dan kamtibmas,” kata Rusdiar, Minggu (1/2/2026).
Menurutnya, Polri memiliki peran strategis dalam menjaga keamanan negara. Jika Polri berada langsung di bawah Presiden, maka koordinasi kebijakan akan lebih cepat, efektif, dan terarah.
“Wacana pemindahan posisi Polri ke bawah kementerian tertentu justru berpotensi melemahkan independensi dan profesionalitas institusi kepolisian dalam menjalankan tugasnya sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat,” ujarnya.
Menurut Rusdiar, selama ini Polri telah menunjukkan kinerja yang cukup baik dalam menjaga stabilitas keamanan, termasuk dalam pengamanan agenda nasional seperti pemilu, penanganan konflik sosial, hingga pemberantasan kejahatan.
“Keberhasilan Polri menjaga situasi kamtibmas yang kondusif tidak lepas dari sistem komando yang jelas langsung di bawah Presiden. Ini harus dipertahankan,” tegasnya.
Rusdiar juga mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya kalangan pemuda, untuk ikut mendukung penguatan institusi Polri agar semakin profesional, humanis, dan berintegritas dalam melayani rakyat.
“Pemuda Muhammadiyah Babel siap menjadi mitra kritis dan konstruktif bagi Polri, demi terwujudnya keamanan nasional yang berkeadilan dan berpihak pada kepentingan masyarakat luas,” pungkasnya.

