• Ming. Apr 19th, 2026

TASIKMALAYA, BABELTV.COM — Sebanyak 114 siswa SMAN 1 Cisayong, Kabupaten Tasikmalaya, dilaporkan mengalami gejala keracunan massal usai mengonsumsi menu dari program Makan Bergizi Gratis (MBG). Peristiwa ini terjadi pada Rabu (8/4/2026) dan mulai dirasakan para siswa pada malam harinya.

Data yang dihimpun menyebutkan, para pelajar mengalami keluhan seperti mual, muntah, pusing, hingga diare setelah menyantap makanan yang disediakan melalui program tersebut.

Seorang guru setempat, Arif, mengungkapkan jumlah siswa terdampak cukup besar.

“Yang mengeluhkan gejala ada 114 orang, 14 dirawat. Gejalanya mulai terasa malam setelah makan siang sebelumnya,” ujarnya.

Dari total siswa terdampak, belasan diantaranya sempat mendapatkan perawatan di Puskesmas Cisayong. Bahkan, satu siswa harus dirujuk ke RSUD KHZ Musthafa karena membutuhkan penanganan lebih lanjut.

Sebagian siswa lainnya diperbolehkan pulang setelah kondisi membaik, namun tetap dalam pemantauan tenaga medis.

Ketua Satgas MBG Tasikmalaya, Ruby Azhari, menyatakan bahwa pihaknya langsung melakukan langkah cepat dengan mengambil sampel makanan untuk diuji di laboratorium di Bandung.

“Penyebab masih diselidiki karena sampel sudah kami kirim ke laboratorium,” jelas Ruby, seperti dilansir dari RRI.

Sebagai langkah antisipasi, operasional dapur penyedia MBG atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang terkait telah dihentikan sementara.

Pemerintah daerah juga melaporkan kejadian ini ke Badan Gizi Nasional guna evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program.

Dugaan Sumber Keracunan dari Menu Makanan

Sejumlah siswa mengaku gejala mulai muncul setelah mengonsumsi menu seperti nasi, sayur sop, lauk, dan buah. Dugaan awal mengarah pada kontaminasi makanan, meski hasil resmi masih menunggu uji laboratorium.

Camat Cisayong, Ayi Mulyana, membenarkan adanya lonjakan pasien dari kalangan pelajar dan memastikan seluruh korban telah mendapatkan penanganan medis.

BACA JUGA:  Heboh! Isu Timnas Indonesia ke Piala Dunia 2026 Gantikan Iran, Ini Fakta Sebenarnya

Program MBG sendiri sebelumnya juga pernah menjadi sorotan karena sejumlah kasus keracunan di berbagai daerah. Data menunjukkan ribuan siswa di Indonesia pernah terdampak insiden serupa yang diduga berkaitan dengan sanitasi dan pengolahan makanan.

Hal ini mendorong pemerintah untuk memperketat pengawasan kualitas makanan dalam program tersebut.

Peristiwa ini kembali menegaskan pentingnya standar keamanan pangan dalam program makan gratis bagi pelajar. Pengawasan distribusi, kebersihan dapur, serta kualitas bahan makanan menjadi faktor krusial agar kejadian serupa tidak terulang.

Bagikan Ke:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *