• Ming. Apr 19th, 2026

Pangkalpinang – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekonomi Provinsi Kepulauan Bangka Belitung pada triwulan IV 2025 tumbuh sebesar 4,54 persen secara tahunan (year on year/yoy). Angka ini lebih tinggi dibandingkan triwulan III 2025 yang tumbuh 3,21 persen.

Secara keseluruhan sepanjang tahun 2025, ekonomi Bangka Belitung tumbuh 4,09 persen. Capaian ini jauh lebih baik dibandingkan tahun 2024 yang hanya tumbuh 0,77 persen.

Pertumbuhan ekonomi daerah ini ditopang oleh kinerja sektor utama. Sektor Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan tumbuh 5,78 persen. Sementara sektor Perdagangan tumbuh 6,55 persen.

Kenaikan ini dipicu oleh meningkatnya produksi dan ekspor hasil perikanan, naiknya produksi kelapa sawit dan karet, serta meningkatnya konsumsi masyarakat di akhir tahun.

Selain itu, sektor Akomodasi dan Makan Minum juga tumbuh signifikan hingga 22,68 persen. Pertumbuhan ini didorong oleh maraknya usaha kecil seperti warung makan, kafe, dan warung kopi, serta pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Dari sisi pengeluaran, Konsumsi Rumah Tangga tumbuh 2,96 persen. Hal ini menunjukkan daya beli masyarakat semakin menguat.

Peningkatan pendapatan masyarakat seiring membaiknya harga pasir timah, meningkatnya belanja saat Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, serta naiknya jumlah masyarakat yang melaksanakan ibadah umrah turut mendorong konsumsi.

Investasi atau Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) juga tumbuh 3,18 persen. Hal ini terlihat dari pembangunan dan perbaikan infrastruktur, pengembangan perkebunan kelapa sawit, serta meningkatnya belanja mesin dan peralatan pendukung pertambangan.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Rommy S. Tamawiwy, mengatakan pertumbuhan ekonomi yang lebih baik ini harus terus dijaga agar berkelanjutan.

“Pertumbuhan ekonomi Bangka Belitung yang semakin membaik menjadi momentum penting untuk terus memperkuat sektor-sektor utama dan mendorong sumber pertumbuhan baru,” ujar Rommy.

BACA JUGA:  Perang AS–Israel vs Iran Picu Krisis Plastik Global, Harga Melonjak hingga 70 Persen

Ia menegaskan, strategi yang dijalankan adalah Optimisme, Komitmen, dan Sinergi (OKS) dengan berbagai pihak.

“Kami mendorong masuknya investasi hilirisasi di sektor perkebunan dan industri pengolahan, pengembangan pariwisata dan industri kreatif berbasis kearifan lokal, serta percepatan UMKM masuk ke ekosistem digital dan global,” jelasnya.

Rommy juga menambahkan bahwa penguatan ekosistem digital, distribusi uang Rupiah hingga ke pelosok, serta pengembangan ekonomi syariah menjadi bagian dari upaya menjaga stabilitas dan pertumbuhan ekonomi daerah.

“Dengan sinergi yang kuat antara pemerintah daerah, pelaku usaha, dan seluruh pemangku kepentingan, kami optimistis pertumbuhan ekonomi Bangka Belitung akan semakin inklusif dan berkelanjutan,” tutupnya. (Rilis)

Bagikan Ke:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *